Hati-Hati Risiko Jika Ibu Hamil Malas Beraktivitas!

Risiko Jika Ibu Hamil Malas Beraktivitas

Saat mengandung, menjaga keseimbangan antara istirahat yang cukup dan beraktivitas merupakan hal penting agar proses kehamilan berjalan dengan baik. Meskipun istirahat banyak direkomendasikan untuk ibu hamil, namun malas beraktivitas bukanlah solusi yang baik dalam menjaga kesehatan ibu dan janin. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kegiatan fisik yang baik dan rutin sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin. Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas bahaya dan risiko yang bisa terjadi jika ibu hamil malas beraktivitas. Simak beberapa informasi lengkapnya di bawah ini: 

1. Meningkatnya risiko komplikasi kehamilan 

Salah satu hal yang bisa ibu hamil alami selama kehamilan jika malas beraktivitas adalah meningkatnya risiko komplikasi pada kehamilan. Salah satunya adalah diabetes gestasional, kondisi dimana tingkat gula darah ibu menjadi tinggi selama kehamilan. Selain mempengaruhi berat badan bayi saat lahir, juga dapat meningkatkan risiko ibu dan anak mengalami diabetes di kemudian hari. Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengendalikan tingkat gula darah, sehingga risiko terkena diabetes gestasional dapat diminimalkan.

Tak hanya diabetes gestasional, malas beraktivitas selama kehamilan juga meningkatkan risiko preeklampsia, kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ lainnya, biasanya pada hati dan ginjal.

2. Kenaikan berat badan yang berlebih 

Kenaikan berat badan tentu saja adalah hal yang umum dan sehat selama kehamilan. Namun, jika berat badan ibu hamil naik secara berlebihan, ini bisa menjadi masalah serius, baik untuk ibu maupun untuk bayi. Berat badan berlebih atau obesitas pada ibu hamil biasanya dihubungkan dengan berbagai komplikasi seperti diabetes gestasional, preeklampsia, melahirkan bayi dengan berat badan besar (makrosomia) dan kesulitan persalinan.

Berbagai jenis aktivitas ringan seperti berjalan kaki, yoga prenatal, berenang, atau senam hamil bisa menjadi pilihan untuk beraktivitas selama kehamilan tanpa menimbulkan risiko bagi ibu dan janin.

3. Rentan terhadap stres

Banyak ibu hamil yang merasakan stres selama masa ini, apalagi jika ditambah dengan ketidakaktifan fisik. Stres selama kehamilan tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan ibu, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan janin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres selama kehamilan dapat berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan pada bayi, seperti berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur.

Jika ibu hamil mengalami stres atau cemas yang parah, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konselor atau psikolog dapat memberikan metode untuk mengelola stres dan cemas selama kehamilan. Selain itu, olahraga ringan seperti yoga dan meditasi juga bisa membantu dalam mengurangi stress. 

4. Nyeri dan sakit

Selama kehamilan, perubahan besar terjadi dalam tubuh ibu, termasuk perubahan postur tubuh, pergeseran pusat gravitasi, dan pelebaran panggul. Kombinasi dari perubahan-perubahan ini membuat ibu hamil rentan terhadap nyeri dan sakit, terutama di area punggung, panggul, dan tungkai. Kurangnya aktivitas fisik dan postur duduk atau berdiri yang buruk hanya dapat memperburuk masalah ini, sehingga ibu hamil mungkin mengalami kekakuan, kram, atau nyeri yang lebih sering.

Olahraga kehamilan seperti yoga prenatal, Pilates, atau senam kehamilan, dapat membantu dalam melatih kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan yang diperlukan untuk mengurangi rasa sakit.

5. Sulit melahirkan 

Resiko selanjutnya yang bisa ibu hamil alami apabila jarang beraktivitas adalah sulit melahirkan. Mengapa demikian? Ibu hamil yang tidak melakukan aktivitas fisik secara rutin cenderung memiliki kekuatan otot, daya tahan, dan fleksibilitas yang lebih rendah, sehingga membuat tubuh mereka kurang siap dan merasa lebih mudah lelah saat menghadapi proses melahirkan. Selain itu, ibu hamil yang tidak aktif fisik juga lebih rentan mengalami masalah kesehatan pernafasan bagi bayi dan asfiksia, yang dapat mengakibatkan komplikasi saat proses kelahiran.

Itulah beberapa risiko jika ibu hamil malas beraktivitas. Semoga semua ibu yang saat ini sedang hamil tetap sehat selalu dan dilancarkan kehamilannya. Semoga bermanfaat!

Bagikan:

%d blogger menyukai ini: