6 Cara Mudah Mengolah Daging Sapi dan Kambing Agar Empuk

Cara mengolah daging agar empuk

Daging sapi dan daging kambing merupakan salah satu bahan makanan yang umum digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Namun, jika kedua bahan makanan ini tidak diolah dengan benar maka daging tersebut bisa menjadi keras dan sulit untuk dicerna. Pada kesempatan ini kami akan membagikan 6 cara mudah mengolah daging sapi dan kambing agar empuk.

Jika selama ini kamu mengolah daging sapi dan daging kambing, namun sering terasa alot atau keras maka berikut adalah beberapa tipsnya:

1. Memilih Daging yang Tepat

Cara mengolah daging agar empuk

Cara pertama yang bisa kamu lakukan dalam mengolah daging sapi dan kambing adalah memilih potongan daging yang tepat. Pilihlah daging yang memiliki warna merah muda dan serat yang halus. Hindarilah untuk memilih daging yang berwarna keabu-abuan atau mempunyai lemak yang berwarna kuning. Potongan daging yang bagus untuk dimasak adalah yang memiliki lemak yang merata dan sedikit marbling, yaitu lemaknya tersusun rata di dalam daging.

2. Menggunakan Teknik Marinasi

Cara mengolah daging agar empuk

Cara yang dapat digunakan untuk mengolah daging sapi dan kambing yang kedua adalah menggunakan teknik marinasi. Tentu saja kamu sudah tidak asing dengan teknik ini bukan? Marinasi atau pemarian merupakan proses merendam daging di dalam campuran bumbu atau cairan tertentu yang berguna meningkatkan kelembutan dan kelezatan daging. Untuk proses marinasi ini kamu bisa menggunakan bumbu seperti air jeruk nipis, kecap, yogurt, susu untuk memarinasi daging sapi dan kambing supaya lebih empuk.

Biarkanlah daging terendam dalam marinasi selama beberapa jam atau semalaman di dalam lemari es. Proses marinasi ini membantu untuk melunakkan serat-serat daging sehingga menjadi lebih empuk.

3. Menggunakan Metode Rebus atau Panggang

Cara mengolah daging agar empuk

Cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat daging sapi dan kambing menjadi lebih empuk adalah dengan menggunakan metode rebus atau panggang. Saat menggunakan metode panggang, gunakanlah oven atau pemanggang untuk memasak daging dengan suhu rendah dan lama. Ini akan membantu untuk memecahkan serat-serat daging sehingga daging menjadi lembut dan empuk.

4. Menggunakan Teknik Pemukulan  

Cara mengolah daging agar empuk

Teknik pukulan adalah cara melemahkan serat-serat daging dengan memukulnya menggunakan alat pemukul daging atau palu daging. Ini membantu membuat daging menjadi lebih tipis dan juga empuk. Sebelum memukul daging, bungkuslah dengan plastik atau serbet untuk mencegah cairan daging tumpah.

5. Menggunakan Perendaman Enzim

Cara mengolah daging agar empuk

Untuk membuat daging sapi atau daging kambing lebih empuk, maka kamu juga bisa mencoba untuk melakukan perendaman enzim. Beberapa bahan alami yang mengandung enzim adalah nanas, pepaya, dan kiwi. Caranya adalah potong buah-buahan tersebut menjadi potongan kecil kemudian blender hingga lembut. Perendaman daging dalam jus buah yang dihasilkan selama 30 menit hingga 1 jam sebelum dimasak.

6. Menggunakan Teknik Pengasapan

Cara mengolah daging agar empuk

Kamu juga bisa menggunakan teknik pengasapan, teknik pengasapan ini memberikan rasa unik dan dapat meningkatkan kelembutan daging. Kamu bisa menggunakan alat pengasap atau oven dengan fungsi pengasapan untuk memberikan aroma dan rasa yang khas. Dalam proses ini, daging akan mengalami paparan asap yang lembut, sehingga membuat daging kambing dan daging sapi lebih empuk dan lezat.

Itu dia 6 cara mudah mengolah daging sapi dan kambing agar empuk. Pastikan jika kamu membeli daging sapi atau daging kambing, gunakan cara-cara yang sudah kami sampaikan diatas tadi ya. Semoga informasi yang kami berikan kali ini dapat bermanfaat bagi kalian semua!

Bagikan:

Picture of Nuria

Nuria

Hobi dan mencintai pekerjaan merupakan cara saya berkarya.
Picture of Nuria

Nuria

Hobi dan mencintai pekerjaan merupakan cara saya berkarya.
hi nuria

Hi, I'm Nuria

Website ini memulai perjalanan pada Juli 2021. Berfokus pada rumah, kreativitas, dan gaya hidup.

FYI
Blog ini berisi spanduk iklan berbayar dan beberapa posting berisi tautan afiliasi. Komisi kecil yang kami terima dari sponsor membantu menjaga situs ini tetap berjalan. Setiap posting yang disponsori dicatat dengan tag ‘disponsori’ di bawah judul posting. Namun, kami hanya menautkan ke produk yang sesuai dengan selera pribadi dan estetika kami.