Ada momen ketika kita sudah menyiapkan berbagai menu MPASI, tapi si kecil tetap terlihat kurang tertarik makan. Nasi tim sudah, sup sayur sudah, bahkan menu favorit kemarin pun tiba-tiba ditolak.
Di situ biasanya saya mulai berpikir: mungkin bukan makanannya yang salah, tapi teksturnya yang perlu diganti.
Sesekali, menu dengan tekstur seperti dessert bisa jadi penyelamat. Salah satu yang sering saya recook di rumah adalah puding roti tawar untuk MPASI.
Rasanya lembut, sedikit creamy, dan cukup mengenyangkan. Banyak bayi juga lebih mudah menerima makanan dengan tekstur seperti ini, apalagi kalau sedang fase belajar mengunyah.
Yang menarik, walaupun kelihatannya seperti camilan, bahan dasarnya tetap sederhana dan cukup bergizi.
Bahan yang Dibutuhkan
Bahan untuk puding roti tawar ini cukup simpel. Tidak perlu banyak persiapan.
- Roti tawar secukupnya
- Telur
- Susu (biasanya susu UHT atau susu yang biasa dikonsumsi anak)
- Sedikit mentega untuk olesan loyang
Beberapa orang tua juga kadang menambahkan buah seperti pisang atau apel supaya rasanya lebih alami manis. Tapi tanpa tambahan pun sebenarnya sudah cukup enak.
Cara Membuat Puding Roti Tawar MPASI
- Pertama, potong-potong roti tawar menjadi bagian kecil. Tidak perlu terlalu rapi, yang penting ukurannya tidak terlalu besar.
- Masukkan potongan roti ke dalam wadah.
- Di mangkuk terpisah, campurkan telur dan susu, lalu aduk sampai tercampur rata. Campuran ini nantinya yang akan membuat puding terasa lembut.
- Setelah itu, tuangkan adonan susu dan telur ke atas roti. Biarkan roti menyerap cairannya sebentar supaya teksturnya nanti lebih lembut.
- Siapkan wadah atau loyang kecil yang sudah diolesi sedikit mentega. Tujuannya supaya puding tidak lengket saat matang.
- Tuang campuran roti tadi ke dalam loyang.
- Lalu kukus sampai matang. Biasanya tidak terlalu lama, sekitar beberapa belas menit saja sampai teksturnya set.
- Kalau sudah matang, tunggu agak hangat sebelum disajikan ke si kecil.
Puding Roti Tawar MPASI yang Lembut dan Mudah Dimakan
Yang saya suka dari menu ini adalah teksturnya.
Lembut, agak creamy, dan gampang ditelan bayi.
Kadang kami memotongnya kecil-kecil supaya bisa jadi finger food. Anak biasanya malah lebih tertarik makan sendiri dibanding disuapi.
Selain itu, puding roti tawar juga cukup fleksibel. Kalau ingin variasi, bisa ditambahkan:
- pisang yang dihaluskan
- parutan apel
- sedikit keju
Tapi menurut pengalaman kami, justru versi yang paling sederhana sering kali yang paling cepat habis.
Tips Membuat Puding Roti Tawar MPASI Lebih Disukai Anak
1. Pilih roti tawar yang masih lembut
Roti yang terlalu kering kadang membuat tekstur puding kurang halus.
2. Jangan terlalu banyak telur
Kalau telur terlalu dominan, tekstur puding bisa terasa agak padat.
3. Sajikan saat hangat
Anak biasanya lebih suka tekstur puding saat masih sedikit hangat dibanding sudah dingin dari kulkas.
Kadang kita tidak butuh resep yang terlalu rumit untuk membuat anak makan dengan lahap. Menu sederhana seperti puding roti tawar ini sering jadi solusi cepat ketika ide masak mulai habis.
Bahannya ada di dapur, prosesnya tidak ribet, dan yang paling penting… si kecil biasanya makan dengan cukup lahap. Bagi orang tua, itu sudah lebih dari cukup.
Sumber:Â @vanillaaajaa

